<p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><b><span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt"><span style="font-family:"Times New Roman",serif">DALUNG (23/07/2026) – </span></span></b><span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt"><span style="font-family:"Times New Roman",serif">Keceriaan sekaligus rasa percaya diri mewarnai pagelaran Wimbakara Mesatua Bahasa Bali serangkaian kegiatan Wimbakara Bulan Bahasa Bali Tahun 2026 oleh Desa Adat Dalung yang dilaksanakan pada hari Sabtu (21/2) yang bertempat di Wantilan Widya Mandala Utama, Pura Dalem Gede Desa Adat Dalung. </span></span></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt"><span style="font-family:"Times New Roman",serif">Ni Putu Juniasih, salah satu peserta wimbakara dari Banjar Kung membawakan kisah Satua Bali “I Sugih Teken I Tiwas”. Beliau menceritakan kisah tentang dua tokoh yang memiliki kehidupan berbeda, yaitu I Sugih yang hidup berkecukupan dan I Tiwas yang hidup sederhana. Dalam perjalanan ceritanya, keduanya menghadapi berbagai peristiwa yang menggambarkan bagaimana sifat, sikap, serta cara seseorang memperlakukan orang lain dapat memengaruhi kehidupannya. Kisah ini menampilkan perbedaan karakter yang memberikan pelajaran berharga tentang kehidupan.</span></span></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt"><span style="font-family:"Times New Roman",serif">Ia turut menyampaikan bahwa dari kisah yang disampaikan terdapat pesan moral dari kisah ini yang dapat dipelajari dan diresapi. <b><i>"Pesan moralnya adalah agar manusia tidak bersikap sombong terhadap orang lain meskipun memiliki kelebihan atau kekayaan," </i></b>ujarnya.  Selain itu, cerita ini juga mengajarkan pentingnya bersikap rendah hati, saling menghargai, serta selalu berbuat baik kepada sesama, karena setiap perbuatan akan membawa konsekuensi dalam kehidupan.</span></span></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt"><span style="font-family:"Times New Roman",serif">Dengan demikian, Wimbakara Bulan Bahasa Bali Tahun 2026 oleh Desa Adat Dalung yang diselenggarakan ini mampu menjadi wadah pelestarian Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali yang sejalan dengan program dan visi Gubernur Bali <b>“Nangun Sat Kerthi Loka Bali”</b>. Dengan partisipasi para Ibu Paiketan Krama Istri (PAKIS) se-Desa Adat Dalung, kegiatan ini berjalan dengan lancar.</span></span></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"> </p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><b><span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt"><span style="font-family:"Times New Roman",serif">(KIMDLG-005). </span></span></b></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"> </p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"> </p>
Banjar Kung Hidupkan Satua Bali dalam Ajang Budaya
23 Jul 2026